Pemkot Tangerang Tambal Jalan Rusak, Perbaikan Permanen Dikebut 2026

KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan perbaikan darurat pada sejumlah ruas jalan yang rusak akibat cuaca ekstrem dan hujan berintensitas tinggi yang terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menyebut kerusakan jalan tidak hanya terjadi di jalan kota, tetapi juga pada ruas jalan provinsi dan nasional yang melintasi wilayah Tangerang. Kerusakan dipicu genangan air berkepanjangan akibat kapasitas drainase yang tidak tertampung.

“Curah hujan tinggi dan genangan mempercepat kerusakan jalan. Karena itu kami lakukan penanganan cepat agar akses masyarakat tetap aman dan fungsional,” ujar Taufik, Rabu (04/02/2026).

Sebagai langkah awal, Dinas PUPR menerapkan tiga metode perbaikan sementara, yakni penambalan aspal, paving block, dan cold mix (aspal dingin). Metode ini dipilih karena pengerjaan aspal permanen dinilai kurang efektif saat kondisi hujan.

“Jika langsung diaspal saat hujan, daya tahannya rendah. Solusi sementara ini kami lakukan sambil menunggu kondisi cuaca membaik,” jelasnya.

Adapun sejumlah titik jalan rusak yang menjadi prioritas penanganan, antara lain:

Jalan M. Toha, Jalan Imam Bonjol, Jalan Daan Mogot, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan TMP Taruna, Jalan Veteran, Jalan KS Tubun, Akses menuju Benda, Akses menuju Halim, Ruas Jalan Poris Plawad, Ruas Jalan Cikokol–Modernland, Ruas Jalan Cipondoh–Green Lake, Ruas Jalan Neglasari–Pajang.

Pemkot Tangerang mengakui jumlah titik kerusakan cukup banyak sehingga penanganan dilakukan bertahap dan berbasis prioritas, terutama pada ruas dengan volume lalu lintas tinggi dan akses vital pelayanan publik.

Untuk perbaikan permanen, Pemkot telah mengalokasikan anggaran rekonstruksi jalan pada tahun 2026. Saat ini proses masih berada pada tahap perencanaan teknis, meliputi survei lapangan, pengukuran, penyusunan RAB, serta spesifikasi teknis sebelum masuk tahap lelang.

Selain itu, Dinas PUPR juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk penanganan ruas jalan di luar kewenangan kota. Taufik mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di titik rawan serta memahami proses perbaikan yang masih berjalan.

“Prinsipnya pemerintah harus hadir menjawab keluhan warga. Kami mohon masyarakat tetap waspada dan bersabar, karena perbaikan terus kami lakukan secepat mungkin,” pungkasnya. (jn)

Artikulli paraprakMilad JMSI ke-6, Bupati Tangerang Apresiasi Santunan Yatim dan Aksi Sosial
Artikulli tjetërRibuan Insan Pers Tiba di Banten Sambut Hari Pers Nasional 2026