Nyeri hingga Feses Berubah, Ini Tanda Kanker Usus Besar yang Muncul Saat BAB

JAKARTA – Kanker usus besar kerap disebut sebagai silent disease karena sering berkembang tanpa gejala di tahap awal. Banyak pengidap baru menyadari adanya masalah ketika penyakit sudah memasuki fase lanjut. Padahal, sinyal awalnya bisa muncul dari kebiasaan sehari-hari yang kerap dianggap sepele, salah satunya saat buang air besar.

Tidak ada standar buang air besar yang sama bagi setiap orang. Tenaga kesehatan justru menekankan pentingnya pola yang normal dan konsisten bagi masing-masing individu. Karena itu, perubahan kecil pada kebiasaan buang air besar patut mendapat perhatian lebih, sebab bisa menjadi tanda adanya gangguan serius, termasuk kanker usus besar.

Berikut sejumlah gejala kanker usus besar yang dapat muncul saat buang air besar, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber medis.

1. Nyeri Saat Buang Air Besar

Rasa nyeri ketika buang air besar merupakan salah satu gejala yang dapat muncul sejak stadium awal kanker usus besar. Dikutip dari laman Very Well Health, kondisi ini dikenal sebagai diskezia, yaitu rasa tidak nyaman atau nyeri saat proses pengeluaran tinja.

2. Frekuensi Buang Air Besar Berubah

Perubahan frekuensi buang air besar yang berlangsung terus-menerus patut diwaspadai. Misalnya, seseorang yang terbiasa buang air besar tiga kali sehari atau setiap dua hari sekali, lalu mengalami perubahan signifikan seperti menjadi jarang atau justru lebih sering dari biasanya. Pola yang berubah tanpa sebab jelas bisa menjadi tanda adanya masalah di usus.

3. Bentuk Feses Menjadi Lebih Tipis

Feses yang tampak lebih kecil, tipis, atau menyerupai pita dan pensil juga bisa menjadi indikasi kanker usus besar. Pada orang yang sebelumnya sehat, perubahan ini dapat terjadi akibat penyempitan usus besar. Kondisi tersebut dikenal sebagai sumbatan sebagian usus besar akibat tumor.

4. Warna Feses Berubah

Perdarahan akibat kanker usus besar dapat memengaruhi warna feses. Jika perdarahan terjadi di usus besar bagian kanan, feses bisa berwarna merah marun hingga keunguan karena darah menempuh jarak lebih jauh sebelum keluar. Sementara itu, tumor di usus besar bagian kiri cenderung menyebabkan feses berwarna merah terang. Jika mendapati darah pada tinja, sangat disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

5. Terus Merasa Ingin Buang Air Besar

Perasaan ingin terus buang air besar meski baru saja melakukannya juga dapat menjadi tanda kanker usus besar. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, kondisi ini disebut tenesmus, yaitu dorongan untuk buang air besar meski usus sebenarnya kosong. Penderitanya tetap merasa perlu mengejan, namun hanya sedikit feses atau bahkan tidak ada yang keluar.

6. Sembelit dan Diare Bergantian

Sembelit dan diare yang terjadi secara bergantian bisa muncul akibat penyumbatan sebagian usus oleh tumor. Sembelit terjadi ketika tinja sulit melewati area yang menyempit, lalu diikuti diare saat tinja yang tertahan akhirnya keluar.

Meski demikian, berbagai gejala tersebut tidak selalu berarti kanker usus besar. Keluhan serupa juga bisa disebabkan oleh gangguan pencernaan lainnya. Namun, jika perubahan terjadi secara terus-menerus atau semakin memburuk, pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memastikan penyebabnya sejak dini.

Berita sebelumyaTangis Jurnalis CNN Indonesia Saat Siaran Langsung Jadi Sorotan Warganet
Berita berikutnyaCurah Hujan Diprediksi Tinggi, Tangerang Perkuat Kesiapsiagaan Banjir hingga Maret