
KOTA TANGERANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang selama dua hari terakhir memicu banjir di sejumlah titik strategis, termasuk ruas jalan arteri yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat. Kondisi ini menuai sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang karena terjadi menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Andri Septiawan Permana, menilai ruas jalan arteri harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah. Pasalnya, Kota Tangerang memiliki peran penting sebagai jalur perlintasan pemudik yang bergerak dari wilayah DKI Jakarta menuju berbagai daerah di Pulau Jawa maupun Sumatra.
“Sebagai wilayah penyangga Jakarta, Kota Tangerang menjadi jalur penting bagi masyarakat yang akan mudik ke Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Karena itu kondisi jalan harus dipastikan aman dan layak dilalui,” ujar Andri saat dikonfirmasi, Senin (09/03/2026).
Banjir yang terjadi sejak Minggu (08/03/2026) tidak hanya merendam ribuan rumah warga, tetapi juga menggenangi sejumlah jalan utama seperti Jalan Daan Mogot, Jalan Gatot Subroto, Jalan KH Hasyim Ashari, hingga Jalan Jenderal Sudirman. Ketinggian air di sejumlah titik bahkan dilaporkan mencapai 20 sentimeter hingga satu meter.
Akibatnya, arus lalu lintas sempat lumpuh di beberapa ruas jalan karena kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Selain itu, genangan air juga memperparah kondisi jalan yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan seperti berlubang akibat tergerus arus banjir.
Menurut Andri, situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kepemimpinan Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono, terutama karena arus mudik diperkirakan mulai meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“Curah hujan yang tinggi membuat banyak titik banjir muncul. Kondisi ini harus diantisipasi karena arus mudik diprediksi mulai terasa sejak akhir pekan ini,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak boleh hanya fokus pada penanganan banjir di kawasan permukiman, tetapi juga pada infrastruktur jalan yang menjadi jalur utama pemudik menuju Pelabuhan Merak, pintu gerbang penyeberangan menuju Pulau Sumatra.
Andri berharap pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Banten dapat bergerak cepat melakukan penanganan darurat, mulai dari perbaikan jalan hingga peninggian badan jalan di titik rawan banjir. Langkah tersebut dinilai penting agar jalur mudik tetap aman dan nyaman dilalui jutaan pemudik yang melintas di Kota Tangerang setiap tahunnya. (red)





