
LEBAK – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 menjadi berkah tersendiri bagi kawasan adat Baduy di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Destinasi wisata berbasis budaya dan alam ini kembali menjadi magnet wisatawan, dengan total kunjungan mencapai 7.259 orang selama masa liburan.
Ribuan wisatawan memilih Baduy sebagai tujuan liburan untuk merasakan suasana pedesaan yang masih kuat menjaga adat istiadat dan kearifan lokal leluhur. Tak hanya itu, libur Nataru tahun ini juga bertepatan dengan musim panen durian lokal khas Baduy yang dikenal memiliki cita rasa unggulan dengan harga relatif terjangkau.
“Libur Nataru tahun ini, Baduy lumayan ramai dikunjungi, dengan jumlah wisatawan mencapai 7.259 orang,” ujar Kepala Bidang Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, Usep Suparno, Senin, (5/1/2026).
Menurut Usep, tingginya minat wisatawan ke Baduy sejatinya sudah diprediksi sebelumnya. Kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah daerah di penghujung 2025 hingga awal 2026 mendorong wisatawan untuk memilih destinasi wisata alam yang relatif aman dan ramah bagi liburan keluarga.
“Apalagi saat libur Nataru ini, Baduy sedang memasuki musim durian. Durian Baduy terkenal kelezatannya dan dijual dengan harga cukup murah. Tentu ini menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan,” jelasnya.
Tak hanya saat momentum libur panjang, tren kunjungan wisatawan ke Baduy sepanjang tahun juga menunjukkan grafik positif. Usep mencatat, jumlah wisatawan yang datang ke kawasan adat tersebut pada 2025 mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Baduy mencapai 121.233 orang. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 78.626 wisatawan,” tukasnya.





