Kuartal IV Jadi Penentu, Belanja Tangsel Dipatok 90 Persen Lebih

TANGSEL – Realisasi belanja Pemerintah Kota Tangerang Selatan hingga September 2026 mulai menembus lebih dari separuh anggaran. Nilainya diperkirakan telah mencapai sekitar Rp2,4 triliun.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Tangsel Hadi Widodo mengatakan, pemerintah daerah masih terus mendorong peningkatan serapan hingga penghujung tahun.

“Per minggu ini, sudah 50 persen lebih. Kalau sekitar 50 persen, berarti sudah kurang lebih Rp2,4 triliun,” kata Hadi di gedung DPRD Tangsel, Senin (28/9/2026).

Menurut Hadi, serapan yang masih relatif rendah terutama terlihat pada sejumlah OPD teknis yang memiliki pekerjaan konstruksi. Kondisi tersebut, kata dia, bukan hal yang tidak biasa karena pelaksanaan proyek umumnya meningkat pada semester kedua.

“OPD yang rendah realisasinya itu OPD teknis konstruksi. Memang trennya begitu setiap tahun. Penyerapan di OPD-OPD besar biasanya rendah di semester pertama, tetapi semester kedua mulai meningkat,” ujarnya.

Memasuki kuartal keempat, aktivitas belanja diperkirakan semakin meningkat seiring percepatan pekerjaan fisik. OPD yang menangani proyek konstruksi menjadi salah satu sektor yang diperkirakan memberikan kontribusi besar terhadap kenaikan realisasi.

Hadi memperkirakan pola tersebut akan kembali terlihat hingga akhir 2026. Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, realisasi belanja daerah berpeluang mendekati 90 persen atau bahkan melampaui angka tersebut.

“Terutama di kuartal keempat peningkatannya akan signifikan. Biasanya di akhir tahun sudah mendekati 90 persen, bahkan bisa sampai 90 persen lebih di OPD-OPD teknis konstruksi,” katanya.

Dengan waktu yang tersisa hingga akhir tahun anggaran, Pemkot Tangsel masih memiliki ruang untuk meningkatkan pelaksanaan program sekaligus mengejar target realisasi belanja yang telah ditetapkan.(red)

Artikulli paraprakTangsel Gaspol Benahi Lalu Lintas, Rp3,9 Miliar Disiapkan
Artikulli tjetërAwal Pekan Berdarah, IHSG Anjlok 1,51 Persen