Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie

TANGSEL – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie memastikan persoalan penumpukan sampah yang sempat terjadi di sejumlah titik kini telah tertangani. Penanganan dilakukan melalui optimalisasi kerja sama antardaerah serta penguatan armada pengangkutan untuk mencegah penumpukan kembali.

Sebelumnya, tumpukan sampah muncul di beberapa lokasi strategis, seperti depan Pasar Cimanggis, koridor Pasar Ciputat, Pamulang, hingga Jalan Raya Serpong. Benyamin mengakui kondisi tersebut terjadi akibat belum optimalnya kerja sama lintas wilayah dalam pemrosesan akhir sampah.

“Memang sempat terjadi penumpukan karena kerja sama belum maksimal. Namun sekarang koordinasi antardaerah sudah berjalan, sehingga pemrosesan akhir sampah bisa dilakukan di lokasi mitra,” ujar Benyamin, Jumat (06/02/2026).

Masalah diperparah oleh keterbatasan daya tampung TPA Cipeucang, yang kini telah overload dan tidak mampu menerima sampah baru. Pemkot Tangsel saat ini memprioritaskan pengelolaan timbunan lama sembari menyiapkan rencana penerapan teknologi pengolahan sampah modern.

“TPA Cipeucang sudah tidak bisa menampung sampah baru. Fokus kami saat ini adalah mengelola sampah lama dan menyiapkan teknologi pengolahan yang lebih maju,” jelasnya.

Sebagai gambaran tekanan sistem persampahan, estimasi timbulan sampah harian di Tangsel mencapai sekitar 800–1.000 ton per hari, dengan mayoritas berasal dari sampah rumah tangga dan aktivitas komersial. Jika tidak tertangani, kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serius, seperti pencemaran air dan tanah, peningkatan emisi gas metana, bau menyengat, hingga risiko gangguan kesehatan masyarakat.

Dalam dua hingga tiga hari terakhir, seluruh tumpukan sampah di titik-titik bermasalah telah diangkut. Saat ini, Pemkot Tangsel mengoperasikan 27 truk sampah milik daerah serta 42 truk kontrak pihak ketiga untuk memastikan pengangkutan berjalan lebih maksimal.

Untuk mencegah krisis berulang, Pemkot Tangsel berencana menambah armada pengangkutan melalui perubahan APBD. Benyamin menyebut kebutuhan ideal kota ini mencapai sekitar 100 truk sampah, agar sistem pengangkutan lebih stabil, berkelanjutan, dan mampu mengimbangi lonjakan produksi sampah harian.

“Kami masih membutuhkan tambahan armada agar pengelolaan sampah lebih kuat dan kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya. (jn)

Artikulli paraprakRibuan Insan Pers Tiba di Banten Sambut Hari Pers Nasional 2026
Artikulli tjetërGubernur Andra: Peserta HPN 2026 Datang, Pariwisata dan UMKM Banten Kecipratan