
KAB. SERANG – Banjir yang merendam fasilitas pendidikan dan permukiman warga di Desa Tonjong, Kecamatan Kramatwatu, mendorong Pemerintah Kabupaten Serang menyiapkan langkah normalisasi Kali Tonjong. Sungai tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama banjir yang sudah berlangsung selama tiga hari terakhir.
Asisten Daerah II Kabupaten Serang, Febriyanto, mengatakan langkah normalisasi diambil setelah pihaknya meninjau langsung kondisi banjir di SMPN 2 Kramatwatu dan SDN Tonjong, sesuai instruksi Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah.
“Kami menindaklanjuti perintah Bupati agar seluruh OPD terjun mendekati masyarakat terdampak. Dari hasil peninjauan, penyebab banjir selain curah hujan tinggi, juga akibat penyempitan dan pendangkalan sungai,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Menurut Febriyanto, Pemkab Serang akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa untuk melakukan normalisasi sungai sepanjang 3.500 meter di kawasan tersebut.
“Insya Allah estimasi anggaran dan pengerjaan normalisasi akan berjalan mulai bulan Maret atau April 2026,” katanya.
Banjir tidak hanya menggenangi puluhan rumah warga, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan. Air setinggi lutut orang dewasa merendam ruang-ruang kelas di dua sekolah, memaksa kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah.
Febriyanto menjelaskan, siswa SDN Tonjong dan SMPN 2 Kramatwatu tidak diliburkan sepenuhnya, melainkan menerapkan sistem belajar di rumah untuk sementara waktu hingga kondisi sekolah memungkinkan.
Selain merendam dua sekolah, banjir di Desa Tonjong juga menggenangi sekitar 30 rumah warga. Dalam kunjungan tersebut, Asisten Daerah II turut menyalurkan bantuan logistik berupa makanan instan kepada warga terdampak.
Sementara itu, perwakilan guru SMPN 2 Kramatwatu sekaligus tokoh masyarakat setempat, Endang Sodikin, mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dan berharap normalisasi sungai segera direalisasikan.
“Sebanyak 15 ruang kelas yang menampung 528 siswa terendam. Kami sangat menanti bantuan normalisasi kali agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kembali nyaman dan sekolah tidak lagi kebanjiran,” tuturnya.





