
TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bergerak cepat memperkuat perlindungan kesehatan anak dengan menggelar program Outbreak Response Immunization (ORI) secara serentak. Langkah ini diambil sebagai respons pencegahan penyebaran Campak yang berpotensi meningkat, terutama pada kelompok usia balita.
Program ini menargetkan sekitar 109.000 anak usia 9 hingga 59 bulan di seluruh wilayah Tangsel. Pemerintah mengimbau para orang tua untuk segera membawa anak ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan imunisasi tambahan secara gratis.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan generasi muda. “Kami mengajak seluruh orang tua memastikan anak-anaknya mendapatkan imunisasi lengkap sebagai bentuk perlindungan dari penyakit menular,” ujar Benyamin dalam keterangannya Kamis (02/04/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan ORI sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan warga menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi anak-anak.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Tangsel, dr. Agatha Christie, menjelaskan bahwa pelaksanaan ORI dilakukan secara bertahap. Program ini berlangsung selama dua minggu di seluruh puskesmas, kemudian dilanjutkan dengan satu minggu masa sweeping untuk menjangkau anak yang belum terimunisasi.
“Imunisasi adalah langkah paling efektif mencegah penularan penyakit, terutama pada anak-anak yang rentan. Jangan beri celah bagi virus campak mengganggu tumbuh kembang mereka,” tegasnya.
Selain menyasar anak-anak, masyarakat berusia di atas 16 tahun juga dianjurkan melakukan vaksinasi MMR secara mandiri sebagai perlindungan tambahan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi menyeluruh dalam membangun kekebalan komunitas (herd immunity).
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, cakupan imunisasi yang tinggi mampu menekan risiko kejadian luar biasa (KLB) campak secara signifikan. Oleh karena itu, Pemkot Tangsel juga memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan di puskesmas dan Tim Pembina Puskesmas agar pelaksanaan ORI berjalan optimal hingga tingkat wilayah.
Dengan program ini, Pemkot berharap tidak hanya mencegah penyebaran penyakit, tetapi juga memastikan anak-anak tetap tumbuh sehat, aktif, dan terlindungi di tengah berbagai tantangan kesehatan saat ini. (red)





