
KOTA TANGERANG – Menjaga ketersediaan air baku Sungai Cisadane di tengah musim kemarau mulai didorong menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengajak perusahaan yang memanfaatkan air baku dari sungai tersebut ikut terlibat dalam upaya normalisasi.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap penurunan debit air yang dapat berdampak pada ketersediaan pasokan air bagi masyarakat. Pemkot Tangerang pun telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane dan sejumlah instansi terkait.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengatakan, koordinasi tersebut salah satunya dilakukan dengan mengecek lokasi intake perusahaan yang menggunakan air baku Sungai Cisadane.
“Kami sudah mengajak perusahaan-perusahaan yang mengambil air baku dari Sungai Cisadane untuk bersama-sama melakukan normalisasi sesuai dengan bimbingan teknis yang diberikan BBWS dalam waktu dekat,” ujar Taufik, Senin (21/9/2026).
Pemkot Tangerang bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum juga melakukan pemantauan kondisi air di hulu Bendungan Pasar Baru. Dari hasil pemantauan, tinggi muka air tercatat sekitar 12,1 meter, sementara kondisi normal biasanya berada di angka 12,4 meter.
Kondisi tersebut sebelumnya juga menjadi perhatian Wali Kota Tangerang Sachrudin. Saat meninjau langsung Sungai Cisadane pada 12 September 2026, Sachrudin menyebut tinggi muka air mengalami penurunan sekitar 40 sentimeter dari batas normal.
“Penurunan debit air ini perlu diantisipasi untuk memastikan proses pengolahan dan distribusi air bersih kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” kata Sachrudin.
Sachrudin juga menekankan pentingnya menjaga Cisadane sebagai salah satu sumber utama air baku untuk kebutuhan masyarakat. Karena itu, upaya menjaga kondisi sungai dinilai perlu dilakukan secara bersama, tidak hanya oleh pemerintah tetapi juga pihak yang memanfaatkan sumber daya air tersebut.
Di sisi lain, kondisi kemarau juga membuat sejumlah wilayah Kota Tangerang masuk status waspada kekeringan. Pemkot mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat dan bijak sebagai bagian dari langkah mitigasi selama musim kemarau.
Dengan kondisi tinggi muka air yang masih berada di bawah batas normal, rencana normalisasi Cisadane bersama perusahaan pengguna air baku diharapkan segera direalisasikan. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan sumber air sekaligus membantu memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terlayani selama musim kemarau. (red)





