Harga Energi Dunia Naik, Pemkot Tangsel Siapkan Skema Kerja Baru

TANGSEL – Di tengah ketidakpastian global yang berdampak hingga ke sektor energi, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai menyiapkan langkah adaptif. Salah satunya dengan mewacanakan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari strategi efisiensi energi.

Wacana ini mencuat seiring potensi kenaikan harga energi dunia akibat konflik geopolitik internasional. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada tingkat nasional, tetapi juga berimbas pada konsumsi bahan bakar dan beban anggaran daerah, termasuk di Tangerang Selatan.

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menjelaskan, kebijakan tersebut masih menunggu arahan teknis dari pemerintah pusat. Namun, pemerintah daerah telah mulai bersiap jika skema pengurangan hari kerja di kantor benar-benar diterapkan.

“Kalau petunjuk teknisnya sudah keluar, kemungkinan hari kerja di kantor akan dikurangi dan sebagian dialihkan menjadi kerja jarak jauh. Namun pelayanan publik tetap berjalan dengan dukungan teknologi,” ujar Benyamin di Puspemkot Tangsel, Senin (30/03/2026).

Ia menegaskan, kebijakan ini tidak semata soal pola kerja, melainkan bagian dari upaya menekan konsumsi energi secara menyeluruh. Penggunaan bahan bakar, listrik, hingga air di lingkungan perkantoran diharapkan bisa ditekan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai langkah awal, Pemkot Tangsel telah menginstruksikan seluruh ASN untuk mulai menerapkan kebiasaan hemat energi. Mulai dari penggunaan listrik secara bijak, mematikan perangkat elektronik saat tidak digunakan, hingga optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dalam pekerjaan sehari-hari.

Di sisi lain, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk serius mengawal kebijakan ini. Selain faktor energi, kondisi fiskal daerah juga menjadi perhatian, mengingat adanya potensi penurunan dana transfer dari pemerintah pusat yang dapat memengaruhi kemampuan belanja daerah.

Wacana WFH ini diharapkan menjadi solusi adaptif di tengah tantangan global, sekaligus membuka peluang transformasi budaya kerja yang lebih fleksibel dan efisien. Dengan pendekatan yang tepat, efisiensi energi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan publik. (red)

Artikulli paraprakDari Banten untuk Indonesia, Liga 4 Jadi Panggung Lahirnya Bintang Baru
Artikulli tjetërTragedi Siang Hari: Bengkel dan Ruko di Pamulang Dilalap Api, Ini Dugaan Penyebabnya