Gratis untuk Warga! Liga 4 Piala Gubernur Banten Digelar di Stadion Benteng Reborn.

KOTA TANGERANG – Stadion kebanggaan warga kembali bersiap menjadi panggung sepak bola Banten. Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten resmi menetapkan Stadion Benteng Reborn sebagai tuan rumah putaran kompetisi Liga 4 Piala Gubernur Banten 2026. Penunjukan ini disambut antusias Pemerintah Kota Tangerang yang langsung bergerak melakukan berbagai persiapan teknis.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan keputusan tersebut menjadi momentum penting untuk membangkitkan gairah sepak bola daerah sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Apalagi seluruh pertandingan di stadion berkapasitas sekitar 15 ribu penonton itu akan dibuka gratis untuk masyarakat.

“Kami menyambut baik penunjukan ini dengan persiapan maksimal. Ini bukan hanya soal pertandingan, tetapi bagaimana sepak bola bisa kembali menjadi hiburan rakyat sekaligus kebanggaan Kota Tangerang,” ujar Kaonang, Rabu (04/03/2026).

Liga 4 Piala Gubernur Banten 2026 akan diikuti 15 tim semi profesional dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten. Kompetisi dijadwalkan berlangsung pada 29 Maret hingga 11 April 2026, seusai libur Lebaran. Format pertandingan dibagi ke dalam dua wilayah untuk efisiensi dan pemerataan.

Wakil Sekretaris Umum Asprov PSSI Banten, Faisal Kulle, menjelaskan bahwa wilayah Timur—meliputi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan—akan bertanding di Stadion Benteng Reborn. Sementara wilayah Barat yang mencakup Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak akan bermain di Stadion Kopassus Serang.

“Setelah masuk fase delapan besar, tim-tim terbaik dari dua wilayah akan dipertemukan di Stadion Benteng Reborn untuk babak selanjutnya,” jelas Faisal yang juga menjabat Ketua Panitia Liga 4 Piala Gubernur Banten 2026.

Penunjukan ini dinilai strategis karena Kota Tangerang memiliki infrastruktur stadion representatif dengan akses transportasi yang mudah dijangkau. Selain itu, kehadiran ribuan suporter selama kompetisi diproyeksikan memberi dampak ekonomi bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga sektor parkir dan transportasi sekitar stadion.

Pemkot Tangerang juga melihat ajang ini sebagai bagian dari penguatan konsep sport city, sportainment, dan sport tourism yang tengah dikembangkan. Dengan jadwal pertandingan yang berlangsung hampir dua pekan, atmosfer kompetisi diharapkan mampu menarik kunjungan lintas daerah serta menumbuhkan minat generasi muda terhadap sepak bola.

Bagi masyarakat, kompetisi ini bukan sekadar pertandingan. Ia menjadi ruang pertemuan, hiburan, sekaligus simbol kebersamaan. Di tribun Stadion Benteng Reborn nanti, sorak-sorai suporter akan kembali menggema—membangkitkan semangat olahraga dan optimisme baru bagi sepak bola Banten. (red)

Artikulli paraprakBenyamin: Tak Boleh Ada Anak Kehabisan Bangku Sekolah di Tangsel
Artikulli tjetër56 Bus Siap Berangkat, Ribuan Warga Tangerang Siap Pulang Kampung Gratis