
KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang terus memperluas upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, hingga pembinaan warga lanjut usia. Berbagai program tersebut dijalankan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dengan melibatkan organisasi masyarakat serta lintas instansi.
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, mengatakan capaian pelayanan instansinya tercermin dari Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang tercatat sebesar 67, melampaui target provinsi dan nasional yang disebut berada di angka 64. Menurutnya, capaian itu menjadi salah satu indikator untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
Di bidang pemberdayaan perempuan, DP3AP2KB menjalankan program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) di 13 kecamatan. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada penguatan ekonomi, tetapi juga peningkatan kapasitas perempuan dalam bidang politik, sosial, dan budaya agar memiliki kesempatan lebih luas untuk memimpin, mengambil keputusan, serta menyampaikan pendapat.
“Kami bermitra dengan PKK, DWP, dan Gabungan Organisasi Wanita di Kota Tangerang agar perempuan bisa setara gender dengan laki-laki untuk bisa memimpin, mengambil keputusan, serta menyampaikan pendapatnya,” ujar Tihar.
Perlindungan perempuan dan anak juga diperkuat melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum, termasuk kepolisian dan kejaksaan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung pencegahan kekerasan, advokasi hukum, serta peningkatan akses perlindungan bagi kelompok yang membutuhkan pendampingan.
Sementara itu, program Sekolah Lansia menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian. Program tersebut telah mewisuda dua gelombang peserta di seluruh kecamatan. Pembelajaran dilaksanakan melalui 12 kali pertemuan setiap semester dengan kurikulum tujuh dimensi kehidupan dan jenjang pembelajaran Standar 1 hingga 3.
Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur, mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, PKK, hingga relawan masyarakat. Tihar berharap para lulusan tidak berhenti belajar setelah wisuda, tetapi ikut menggerakkan lingkungan sekitar agar warga lanjut usia tetap sehat, bahagia, produktif, dan memiliki ruang untuk bersosialisasi.
“Lulusan dari Sekolah Lansia diharapkan menjadi agent of change di lingkungannya untuk mengajak para lansia lain tetap sehat, bahagia, berdaya guna, dan tidak merasa kesepian,” paparnya.
Pada aspek kesehatan reproduksi, DP3AP2KB bersinergi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk memperluas akses pelayanan keluarga berencana. Layanan kontrasepsi, mulai dari pil hingga suntik dan metode lainnya, disosialisasikan melalui kegiatan keliling di 13 kecamatan serta berbagai agenda resmi pemerintah kota.
Berbagai upaya tersebut turut diiringi prestasi, antara lain predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya, juara pertama dan kedua Lomba Keluarga Berkualitas Banten, juara pertama Lomba Rumah Dataku, serta penghargaan lainnya di bidang pelayanan publik. Tihar menegaskan, capaian itu menjadi dorongan bagi DP3AP2KB untuk menjaga keberlanjutan program demi mewujudkan masyarakat Kota Tangerang yang sehat, mandiri, terlindungi, dan sejahtera. (red)





