Daging Turun ke Rp110 Ribu, Tangsel Buktikan Bazar Ramadan Bukan Sekadar Seremoni

TANGSEL – Setiap Ramadan, satu momen yang paling dinanti warga Tangerang Selatan (Tangsel) bukan hanya waktu berbuka puasa, tetapi juga hadirnya bazar murah. Di tengah harga kebutuhan pokok yang kerap merangkak naik, bazar ini menjadi harapan banyak keluarga untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan dapur tanpa menguras kantong.

Tahun 2026, Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali menggelar Bazar Murah Ramadan yang akan dilaksanakan serentak di tujuh kecamatan pada Kamis, 5 Maret 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Tangsel, Bachtiar Priyambodo, memastikan persiapan terus dimatangkan melalui koordinasi bersama OPD dan para mitra. “Pelaksanaannya hanya satu hari dan digelar serentak di tujuh kecamatan. Saat ini kami intensif berkoordinasi agar distribusi dan teknisnya berjalan lancar,” ujarnya, Senin (02/03/2026).

Intervensi harga yang diberikan cukup signifikan. Kepala Dinas Kominfo Tangsel, Tb Asep Nurdin, menjelaskan beras SPHP lima kilogram ditebus Rp54.000 dari harga pasar sekitar Rp69.000. Daging sapi dijual Rp110.000 per kilogram dari harga normal Rp135.000. Telur ayam ras dipatok Rp26.000 per kilogram, minyak goreng Rp14.000 per liter, dan gula Rp16.000. “Stok kami siapkan langsung di titik permukiman agar warga mudah mengakses. Ini bukan seremoni, tetapi aksi nyata pemerintah membantu masyarakat,” tegas Asep.

Bachtiar menambahkan, teknis distribusi akan dikoordinasikan masing-masing kecamatan, apakah menggunakan kupon atau pembatasan jumlah pembelian seperti tahun-tahun sebelumnya. Tingginya antusiasme mitra usaha juga menjadi sinyal bahwa kolaborasi menjaga stabilitas harga semakin kuat, meski sebagian masih menunggu konfirmasi keikutsertaan.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan, bazar murah bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk kehadiran pemerintah di tengah kegelisahan warga menghadapi lonjakan harga.

“Ramadan harus menjadi bulan yang tenang dan penuh keberkahan. Pemerintah hadir memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau, sehingga masyarakat bisa beribadah tanpa dihantui kekhawatiran soal harga,” ungkapnya.

Selain penjualan sembako, OPD yang tidak terlibat dalam transaksi juga didorong membuka layanan publik di lokasi bazar, mulai dari layanan kesehatan hingga administrasi kependudukan. Langkah ini diharapkan menjadikan bazar murah bukan hanya ruang belanja hemat, tetapi juga ruang pelayanan terpadu yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Dengan konsep serentak dan harga yang ditekan jauh di bawah pasar, Pemkot Tangsel berharap bazar ini mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga selama Ramadan. Di tengah tekanan ekonomi, kebijakan ini menjadi nafas lega bagi ribuan keluarga yang ingin menjalani bulan suci dengan hati lebih lapang. (red)

Artikulli paraprakJelang Idul Fitri, Wabup Intan Warning Harga Daging: Jangan Lewat Rp160 Ribu!