Cegah Banjir, Pemkot Tangerang dan Warga Bergerak Bersihkan Kali Angke

TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang bergerak cepat menekan potensi banjir dengan menurunkan tiga unit alat berat di tiga titik rawan genangan, yakni Kali Wetan, Perumahan Duren Village, dan Bendungan Polor. Langkah ini merupakan bagian dari program besar normalisasi sungai yang digarap bersama Pemerintah Provinsi Banten.

“Ketiga lokasi normalisasi itu bagian dari program besar penanganan banjir melalui normalisasi sungai Kali Angke dan Kali Wetan bersama Pemprov Banten,” ujar Wali Kota Tangerang Sachrudin, Sabtu (8/11/2025).

Sachrudin menjelaskan, selain pengerukan dan pembersihan sungai, pemerintah juga tengah menyiapkan pembebasan lahan di sepanjang aliran Kali Angke. Lahan tersebut akan digunakan untuk pemasangan sheet pile oleh tim teknis guna memperkuat tanggul sungai.

“Sambil berjalan kita lakukan pembebasan lahan. Sekarang proses normalisasi sedang berlangsung,” jelasnya.

Melalui upaya ini, Pemkot berharap potensi banjir di wilayah aliran Kali Angke dan sekitarnya bisa ditekan secara signifikan.

“Harapannya, kita bisa meminimalisir banjir di daerah aliran Kali Angke agar masyarakat tidak selalu terdampak setiap musim hujan. Ini bukti kehadiran pemerintah dalam mengatasi persoalan masyarakat,” kata Sachrudin.

Ia juga mengingatkan warga yang tinggal di bantaran sungai untuk ikut berperan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Saya mengajak masyarakat untuk menjaga penataan lingkungan dan kebersihan. Pendangkalan sungai, irigasi, serta saluran air sering terjadi karena sampah yang menyumbat. Jadi mari kita jaga lingkungan bersama-sama,” pesannya.

Wali Kota menegaskan, keberhasilan penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga dukungan masyarakat.

“Kota Tangerang adalah rumah kita bersama. Peran masyarakat sangat besar dalam membangun kota ini, termasuk dalam upaya penanganan banjir,” ujarnya.

Artikulli paraprakGaruda Muda Tumbang 0-4 dari Brazil di Matchday Kedua Piala Dunia U-17 2025
Artikulli tjetërDari Kumuh Jadi Indah, Pilar Saga Kawal Transformasi Lingkungan Warga Bambu Apus