Bukan Sekadar Kirim Air! Pemkot Tangerang Petakan Ancaman Kekeringan

KOTA TANGERANG – Ancaman kekeringan mulai menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Empat titik permukiman di Kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, menjadi sasaran penanganan awal melalui distribusi air bersih sekaligus pemetaan wilayah terdampak, Selasa (13/10/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat di tengah musim kemarau. Pemkot Tangerang tidak hanya mengirimkan bantuan, tetapi juga mendata kondisi lapangan guna menentukan langkah penanganan lanjutan apabila kesulitan air terus berlangsung.

Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, turun langsung ke RT 004/RW 003 untuk memastikan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan. Ia meminta jajaran kewilayahan dan perangkat daerah terkait memperkuat koordinasi dalam menghadapi dampak hidrometeorologi, terutama kekeringan.

“Dalam menghadapi dampak musim kemarau, yang utama adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Karena itu, penanganan harus dilakukan dengan cepat, disertai pemetaan kondisi di lapangan agar langkah yang diambil sesuai dengan kebutuhan warga,” ujar Maryono.

Empat lokasi yang menjadi fokus penanganan awal meliputi RT 004/RW 003, RT 002/RW 002, RT 003/RW 002, serta RT 005/RW 003. Air bersih disalurkan dengan mengisi tandon yang tersedia agar dapat digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di balik distribusi bantuan tersebut, pendataan menjadi bagian penting dalam menentukan kebutuhan berikutnya. Pemerintah perlu mengetahui kondisi masing-masing lokasi agar penanganan tidak berhenti pada pengiriman air, melainkan dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

Penanganan melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Perumda Tirta Benteng, serta Palang Merah Indonesia (PMI).

“Untuk sementara, ada empat titik yang terdampak. Kami melakukan penanganan awal melalui penyaluran air bersih dan pengisian tandon. Kami berharap, bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan warga,” kata Maryono.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama kondisi belum sepenuhnya pulih. Sementara itu, perangkat daerah terkait diminta melanjutkan pemetaan dan menyiapkan langkah mitigasi berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.

Dalam penanganan kekeringan, distribusi air melalui tandon dapat menjadi solusi darurat. Namun, pendataan yang berkelanjutan juga diperlukan untuk mengetahui apakah bantuan perlu ditambah, seberapa sering distribusi harus dilakukan, dan apakah diperlukan penanganan teknis terhadap pasokan air di kawasan terdampak.

Warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih diimbau segera menyampaikan laporan melalui pengurus RT/RW atau kelurahan setempat. Laporan tersebut diharapkan membantu pemerintah merespons persoalan secara lebih cepat dan tepat sasaran.

“Yang terpenting bukan hanya seberapa cepat kita merespons, tetapi bagaimana memastikan setiap langkah penanganan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mengurangi risiko ke depan,” tegas Maryono.

Bagi warga, keberhasilan penanganan kekeringan tidak hanya diukur dari berapa banyak air yang dikirimkan hari ini, tetapi juga dari kepastian tersedianya air bersih apabila kondisi kemarau berlanjut. Karena itu, tindak lanjut hasil pemetaan akan menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan darurat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. (Red)

Artikulli paraprakUtang Online hingga Sengketa Tetangga, Warga Tangsel Punya Tempat Mengadu
Artikulli tjetërAsing Mulai Borong Lagi? Ini Jejak Uang Besar di Bursa Indonesia