
KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang terus menyiapkan diri menghadapi fenomena penuaan penduduk. Salah satunya melalui pelaksanaan Training of Trainer (TOT) bagi pengelola Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (SL-BKL) yang digelar Dinas P3AP2KB Kota Tangerang selama tiga hari, 20–22 Januari 2026, di Kantor DP3AP2KB.
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, menegaskan bahwa Sekolah Lansia bukan sekadar ruang berkumpul, melainkan bagian dari strategi pembangunan kota yang berorientasi pada keberlanjutan dan inklusivitas.
“Melalui Sekolah Lansia dengan dukungan lintas sektor, kita ingin mewujudkan lansia yang SMART—sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat. Jumlah lansia yang meningkat bukan beban, justru potensi besar bagi pembangunan Kota Tangerang,” ujar Tihar.
Ia menjelaskan, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pengelola sekolah lansia melalui kurikulum Tujuh Dimensi Lansia Tangguh, meliputi aspek spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, profesional-vokasional, dan lingkungan.
Menurutnya, TOT juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung kualitas hidup lansia. Para pengelola dibekali pemahaman agar mampu memberikan pelayanan yang tepat, sekaligus mendorong ketahanan keluarga lansia secara menyeluruh.
“Kami ingin lansia tetap berdaya dan bahagia. Dengan pengetahuan yang baik tentang kesehatan fisik dan mental, mereka bisa menjalani masa tua secara mandiri dan tetap produktif di lingkungannya,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Tangerang optimistis Sekolah Lansia Tangguh dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun kota yang ramah lansia, sekaligus memastikan para orang tua tetap memiliki peran dan kualitas hidup yang baik di masa depan. (jn)





