TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan halaman rumah sebagai area resapan air melalui pembuatan lubang biopori, sebagai langkah sederhana dalam mengurangi risiko genangan dan potensi banjir saat musim hujan.

Sosialisasi pembuatan biopori gencar dilakukan di berbagai wilayah di Kota Tangerang. Biopori dinilai sebagai solusi praktis yang dapat diterapkan oleh warga tanpa memerlukan biaya besar.

Biopori berfungsi mempercepat peresapan air hujan ke dalam tanah, sehingga membantu mengurangi genangan di halaman rumah maupun lingkungan sekitar. Selain itu, teknologi sederhana ini juga berperan dalam menjaga cadangan air tanah serta mendukung keseimbangan ekosistem perkotaan.

Untuk membuat biopori, masyarakat hanya memerlukan alat sederhana seperti bor tanah atau linggis, pipa PVC sekitar satu meter, penutup pipa, serta sampah organik sebagai bahan pengisi. Sampah dapur yang biasanya terbuang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembentuk kompos alami.

Selain membantu mengurangi potensi banjir, penerapan biopori juga memberikan manfaat lain, seperti mengurangi volume sampah rumah tangga, meningkatkan kesuburan tanah, serta menyediakan kompos gratis untuk kebutuhan tanaman di rumah dan ruang terbuka hijau.

Sejumlah warga yang telah menerapkan biopori di halaman rumahnya merasakan dampak positif, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Halaman menjadi lebih cepat kering, tidak mudah becek, dan lebih nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Melalui gerakan halaman anti banjir dengan biopori, diharapkan semakin banyak warga Kota Tangerang yang terlibat dalam upaya menjaga lingkungan. Kolaborasi antara kesadaran masyarakat dan program pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan kota yang lebih tangguh terhadap banjir, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. (jn)

Artikulli paraprakPemkot Tangsel Perkuat Mitigasi Antikorupsi Jelang Pelaksanaan Anggaran 2026
Artikulli tjetërBupati Maesyal Pantau Lokasi Banjir di Mekar Baru, Fokus Keselamatan Warga