
PANDEGLANG – Banjir yang sempat merendam enam kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten, kini berangsur surut. Warga yang sebelumnya terdampak sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sampah dan lumpur sisa genangan banjir.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah–Pemadaman Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, Lilis Sulistiyati, mengatakan banjir terjadi pada Sabtu (3/1/2025) akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan sejumlah sungai meluap.
“Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), masyarakat yang terdampak banjir di enam kecamatan karena curah hujan tinggi, sehingga air sungai di daerah itu meluap,” kata Lilis, Minggu (4/1/2026).
Enam kecamatan yang terdampak banjir tersebut meliputi Kecamatan Patia dengan enam desa terendam, Kecamatan Picung satu desa, Kecamatan Munjul satu desa, Kecamatan Sindangresmi satu desa, Kecamatan Cikeusik dua desa, serta Kecamatan Sobang enam desa.
Meski sempat merendam permukiman warga, Lilis memastikan banjir tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur.
“Banjir tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur,” katanya.
Namun demikian, BPBD-PK Kabupaten Pandeglang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Pasalnya, peluang hujan dengan intensitas lebat yang disertai angin kencang dan petir masih berpotensi terjadi.
Imbauan tersebut disampaikan guna mengurangi risiko kebencanaan dan mencegah terjadinya korban jiwa, mengingat wilayah Pandeglang merupakan daerah yang rawan banjir karena kondisi topografi alamnya yang dilalui banyak aliran sungai.
“Kita berharap masyarakat selalu waspada jika curah hujan tinggi, karena berpotensi menimbulkan banjir,” ujar Lilis.
Sementara itu, Encep (45), warga Ciakar, Kecamatan Munjul, mengaku telah kembali menempati rumahnya setelah banjir setinggi sekitar 45 sentimeter mulai surut secara bertahap. Saat ini, kondisi cuaca di wilayah tersebut mendung, namun tidak hujan.
“Kami bersyukur banjir itu cepat surut, sehingga masyarakat di sini bisa menempati kediamannya,” katanya.





