
TANGSEL — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membuka kesempatan bagi perempuan untuk mengetahui lebih awal risiko infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang berkaitan dengan kanker serviks. Pemeriksaan HPV DNA gratis disediakan di 35 UPTD Puskesmas selama periode 1 Oktober hingga 14 November 2026.
Program yang digelar melalui Dinas Kesehatan Kota Tangsel ini menyasar perempuan berusia 30 sampai 69 tahun. Namun, masyarakat perlu bergerak lebih cepat karena layanan tersebut memiliki kuota terbatas, yakni hanya untuk 15.243 peserta.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan pemeriksaan HPV DNA dapat membantu mengetahui keberadaan HPV berisiko tinggi sejak dini. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan langkah pemantauan maupun penanganan sesuai kondisi masing-masing.
“Melalui pemeriksaan HPV DNA, infeksi HPV berisiko tinggi dapat dideteksi lebih dini, sehingga kita bisa lebih waspada dan mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan,” ujar Allin, Rabu (7/10/2026).
Menurut Allin, pemeriksaan kesehatan tidak seharusnya hanya dilakukan ketika tubuh mulai menunjukkan keluhan. Deteksi lebih awal justru memberikan kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan sebelum masalah berkembang lebih jauh.
“Jangan tunggu sampai ada keluhan. Deteksi dini adalah salah satu bentuk sayang pada diri sendiri,” katanya.
Perempuan yang ingin mengikuti pemeriksaan perlu memperhatikan sejumlah ketentuan. Peserta harus berusia 30–69 tahun, tidak sedang hamil maupun menstruasi, serta tidak melakukan hubungan seksual selama 1 x 24 jam sebelum pemeriksaan. Peserta juga diminta tidak menggunakan sabun pencuci vagina ataupun memasukkan obat melalui vagina sebelum pemeriksaan.
Masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat menghubungi UPTD Puskesmas terdekat untuk mengetahui jadwal dan mekanisme layanan. Dengan tersebarnya fasilitas pemeriksaan di 35 puskesmas, Pemkot Tangsel berharap akses deteksi dini semakin mudah dijangkau perempuan di berbagai wilayah.
Allin mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut selama periode layanan masih berlangsung. “Yuk, kenali HPV DNA dan mulai jaga kesehatan serviks dari sekarang,” ajaknya.
Program ini diharapkan mendorong semakin banyak perempuan mengenali kondisi kesehatannya lebih awal, sehingga apabila ditemukan risiko HPV berisiko tinggi, langkah pemantauan atau penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan. (red)





