Ada 166 Meter Beton Rusak di Jalan Rawa Buntu Tangsel

TANGSEL – Pengupasan aspal di Jalan Rawa Buntu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengungkap kerusakan pada dua segmen struktur beton yang membutuhkan penanganan khusus. Temuan tersebut membuat pekerjaan rekonstruksi tidak cukup dilakukan dengan melapisi ulang aspal, tetapi harus diawali dengan perbaikan struktur jalan.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) mulai melakukan pengupasan lapisan aspal lama pada Minggu (18/10) malam hingga Senin (19/10) dini hari. Pekerjaan berlangsung di jalur dari simpang lampu merah Ruko Kencana Raya menuju pertigaan Taman Tekno–Buaran, dari arah BSD menuju Pamulang.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBK Kota Tangsel, Ahmad Fatulloh, mengatakan pengupasan menggunakan alat berat cold milling machine dilakukan untuk membuka lapisan permukaan sekaligus memeriksa kondisi struktur jalan di bawahnya. Hasil pemeriksaan itu menjadi dasar penentuan metode perbaikan yang sesuai dengan kerusakan di lapangan.

“Dari hasil scraping semalam, ditemukan dua titik kerusakan pada struktur beton yang akan ditangani terlebih dahulu,” ujar Fatulloh.

Titik kerusakan pertama berada di sekitar lampu merah Ruko Kencana Raya hingga sebelum SPBU, dengan panjang sekitar 45 meter dan lebar 6 meter. Sementara itu, kerusakan kedua ditemukan di depan Bank Mandiri hingga pertigaan Jalan Tekno Widya–Buaran, sepanjang sekitar 121 meter dengan lebar yang sama. Jika digabungkan, kedua segmen tersebut memiliki panjang sekitar 166 meter dengan luas penanganan sekitar 996 meter persegi.

Secara teknis, bagian jalan yang diperbaiki menggunakan sistem perkerasan kaku atau rigid pavement, yakni struktur beton yang menopang beban kendaraan. Di atasnya terdapat lapisan aspal AC-BC yang berfungsi sebagai lapisan pengikat. Pada bagian yang rusak, beton akan dibongkar terlebih dahulu sebelum dilakukan pengecoran ulang menggunakan beton mutu K-350 fast track.

Penggunaan beton fast track ditujukan untuk mempercepat tahapan pekerjaan. Meski demikian, beton tetap membutuhkan pemeraman awal yang direncanakan sekitar tiga hari serta pemeriksaan kekuatan sesuai persyaratan teknis sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Fatulloh menjelaskan, rangkaian pembongkaran hingga pengecoran pada kedua segmen diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua minggu. Setelah perbaikan struktur dinyatakan memenuhi persyaratan, pekerjaan dilanjutkan dengan pemulihan lapisan aspal AC-BC agar permukaan jalan kembali berfungsi sesuai kebutuhan teknis.

Di tengah pekerjaan tersebut, pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan karena pengupasan aspal menimbulkan perbedaan ketinggian permukaan. Pengerjaan pada salah satu sisi lajur juga berpotensi mempersempit ruang gerak kendaraan dan memperlambat arus lalu lintas, terutama di sekitar lokasi proyek.

“Kami mengimbau pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi area pekerjaan,” katanya. Pengendara, khususnya sepeda motor, disarankan menjaga jarak aman, menghindari pengereman mendadak, serta mengikuti rambu dan arahan petugas. Rekonstruksi ini diharapkan dapat memulihkan kondisi Jalan Rawa Buntu, meningkatkan kenyamanan berkendara, dan mendukung keselamatan mobilitas masyarakat.

Artikulli paraprakPasar Saham Belum Tenang! IHSG Merosot, Investor Wajib Waspada
Artikulli tjetërTangerang Gelontorkan Rp50 Miliar, Banjir Langganan Dibidik