Bursa Hijau, Asing Masih Ditunggu

Jakarta — Bursa Efek Indonesia mengawali perdagangan pekan ini dengan sentimen positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 81,97 poin atau 1,36 persen ke level 6.118,86 pada Senin (5/10/2026), setelah pada perdagangan akhir pekan sebelumnya berada di posisi 6.036,89.
Penguatan tersebut menjadi angin segar bagi pasar setelah IHSG sempat bergerak di zona tekanan pada awal perdagangan. Indeks bahkan sempat menyentuh level 6.019,84 sebelum berbalik arah dan mengakhiri sesi di dekat level tertingginya.
Pergerakan positif IHSG tidak berdiri sendiri. Bursa saham kawasan Asia turut menguat seiring munculnya ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, dapat mengambil kebijakan moneter yang lebih longgar.
Pelemahan sejumlah indikator ketenagakerjaan Amerika Serikat menjadi salah satu perhatian pelaku pasar. Kondisi tersebut membuka ruang bagi investor untuk kembali meningkatkan ekspektasi terhadap kemungkinan penurunan suku bunga.
Di dalam negeri, mayoritas sektor saham ikut menopang penguatan indeks. Sektor properti menjadi salah satu penggerak terkuat dengan kenaikan 2,13 persen, kemudian sektor barang baku yang naik 1,89 persen dan barang konsumen nonprimer sebesar 1,84 persen.
Dari jajaran saham yang aktif bergerak, BRPT tercatat menguat 4,58 persen, SCMA naik 4,07 persen, sedangkan PGEO bertambah 3,72 persen. Secara keseluruhan, sebanyak 547 saham ditutup menguat, 164 saham melemah dan 252 saham berada di posisi stagnan.
Meski IHSG berhasil rebound, investor tetap perlu mencermati pergerakan dana asing. Pada perdagangan sebelumnya, investor asing masih mencatatkan tekanan jual cukup besar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan indeks belum otomatis berarti arus modal asing telah sepenuhnya kembali ke pasar domestik.
Sementara itu, investor domestik mulai terlihat melakukan rotasi pada sejumlah saham perbankan. Perubahan minat tersebut menjadi perhatian karena saham bank berkapitalisasi besar selama ini menjadi salah satu penopang utama IHSG.
Bagi investor pemula, kondisi seperti ini menjadi pengingat bahwa kenaikan indeks satu hari belum cukup untuk menjadi alasan mengejar harga. Level 6.200 menjadi salah satu area yang menarik untuk diamati guna melihat apakah momentum penguatan mampu berlanjut.
Dengan demikian, perdagangan awal pekan ini memberikan sinyal positif, tetapi pasar masih membutuhkan konfirmasi. Pergerakan IHSG, arus dana asing serta aktivitas saham-saham perbankan akan menjadi tiga indikator penting untuk membaca arah perdagangan berikutnya.
Sumber: Data perdagangan Bursa Efek Indonesia dan laporan pasar, Senin 5 Oktober 2026. (Red)

Artikulli paraprakSunda, Jawa, Betawi Terancam Luntur? Pemkab Tangerang Siapkan Jurus Baru