Tangsel Kejar 109 Pos Gizi hingga 2029

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memperluas intervensi pencegahan stunting dengan memperkuat Pos Gizi di tingkat lingkungan. Fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat pemberian makanan bergizi, tetapi juga ruang edukasi dan pendampingan bagi keluarga yang memiliki ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, penguatan Pos Gizi diarahkan untuk memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sejak periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Masa tersebut dimulai sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun dan menjadi fase penting bagi pertumbuhan anak.

Menurut Pilar, perhatian pada masa 1.000 HPK tidak cukup hanya dilakukan ketika anak sudah mengalami persoalan pertumbuhan. Edukasi kepada orang tua dan pendampingan sejak awal menjadi bagian penting untuk mencegah risiko stunting.

“Pos Gizi bukan hanya tempat pemberian makanan tambahan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi para ibu mengenai pentingnya pemenuhan gizi serta menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bermain dan tumbuh,” ujar Pilar saat meresmikan Pos Gizi di Bakti Jaya, Setu, Rabu (22/9/2026).

Program Pos Gizi sendiri telah berjalan di Tangsel sejak 2023. Pemkot kini menargetkan setiap kecamatan memiliki sedikitnya dua Pos Gizi yang diperkuat oleh kader kesehatan sehingga pendampingan dapat dilakukan lebih dekat dengan masyarakat.

Untuk memastikan makanan yang diberikan sesuai kebutuhan, Pemkot menggandeng pelaku UMKM lokal yang memenuhi kualifikasi. Menu tambahan juga berada dalam pengawasan ahli gizi Dinas Kesehatan Tangsel agar kandungan gizinya sesuai dengan sasaran penerima.

Pilar yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tangsel mengatakan, program tersebut terutama diarahkan kepada keluarga dengan kondisi ekonomi rendah yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak.

“Alhamdulillah, angka prevalensi stunting di Tangerang Selatan menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, capaian ini tidak membuat kita berhenti. Pemerintah akan terus memperkuat program agar kualitas sumber daya manusia Tangsel semakin sehat, unggul, dan berdaya saing,” katanya.

Ke depan, Pemkot Tangsel menargetkan 109 Pos Gizi dapat tersedia di seluruh wilayah pada 2029. Pencapaian tersebut membutuhkan kolaborasi kader kesehatan, tokoh masyarakat dan lingkungan, pelaku UMKM, serta keluarga penerima manfaat.

Pilar mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang selama ini ikut menjaga keberlangsungan Pos Gizi. Menurutnya, dukungan dari tingkat lingkungan menjadi kunci agar edukasi, pendampingan keluarga, dan pemenuhan gizi anak dapat berjalan secara konsisten dan tepat sasaran. (red)

Artikulli paraprakArus Laut Bawa Jenazah ke Enggano, Di Mana 5 Jurnalis?
Artikulli tjetërBaru Bangkit, IHSG Kembali Terjun ke 6.298!