
TANGSEL – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyoroti kesiapan armada Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) setelah melakukan inspeksi langsung, Selasa (8/9/2026). Dari 16 mobil pemadam yang dimiliki, 10 unit mulai mengalami penurunan kondisi dengan tingkat kerusakan berbeda.
Benyamin mengatakan, pembenahan armada perlu dilakukan agar petugas tetap mampu memberikan respons maksimal ketika menghadapi kebakaran maupun operasi penyelamatan. Kendaraan yang masih layak akan direkondisi, sedangkan unit yang sudah tidak memungkinkan diperbaiki akan diarahkan untuk pengadaan baru.
“Mulai tahun depan. Saya enggak tahu kebutuhannya berapa miliar. Nanti kalau anggarannya tersedia, mudah-mudahan satu tahun anggaran murni dan perubahan itu bisa kita penuhi,” ujar Benyamin.
Ia membuka kemungkinan pembenahan dilakukan secara bertahap hingga 2029 menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Terlebih, sebagian kendaraan yang digunakan saat ini sudah berusia lebih dari satu dekade, dengan armada tertua merupakan pengadaan 2012.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Tangsel Ahmad Dohiri Adam mengatakan, kebutuhan ideal juga mencakup penguatan armada di tujuh posko dan satu markas komando. Berdasarkan standar sarana dan prasarana, kebutuhan minimal mencapai 18 unit armada yang siap operasional.
“Artinya kalau tidak bisa dipenuhi seluruhnya, paling tidak kita menambah armada baru yang sudah memang tidak bisa diperbaiki, lalu merekondisi armada yang lama agar menjadi baru,” kata Adam.
Selain kendaraan, perlengkapan keselamatan petugas turut menjadi perhatian. Saat ini Damkar Tangsel baru memiliki 30 set pakaian tahan panas, sedangkan kebutuhan minimal diperkirakan mencapai sekitar 60 set untuk menunjang personel di seluruh posko.
Benyamin juga meminta kebutuhan sarana pendukung lainnya dihitung secara menyeluruh, termasuk pakaian tahan api, alat keselamatan dan serum anti-bisa ular yang diperlukan dalam operasi penyelamatan. Penguatan kapasitas personel melalui pelatihan dan kedisiplinan juga dinilai penting.
Menurut Adam, salah satu prioritas pengadaan adalah armada pancar dan tangki yang mampu menyedot sekaligus menyemprotkan air, serta kendaraan tangki suplai. Saat ini, sebagian armada belum memiliki kemampuan menyedot sumber air secara langsung.
Secara keseluruhan, Damkar Tangsel memiliki 23 kendaraan operasional yang terdiri dari 16 mobil pemadam dan tujuh kendaraan pendukung. Pemkot Tangsel menargetkan pembenahan dilakukan bertahap mulai 2027 hingga 2029 agar seluruh armada dan perlengkapan berada dalam kondisi siap digunakan. (red)





