Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, Sachrudin.

KOTA TANGERANG – DPD Partai Golkar Kota Tangerang resmi memulai proses suksesi Ketua DPRD Kota Tangerang setelah wafatnya Rusdi Alam. Seluruh anggota Fraksi Golkar yang kini menduduki kursi legislatif masuk dalam bursa calon, sebelum nantinya disaring menjadi tiga nama untuk diajukan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Tahapan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di DPRD Kota Tangerang yang berpotensi mengganggu jalannya fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan pemerintahan daerah.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan proses penjaringan dilakukan sepenuhnya melalui mekanisme internal partai. Menurutnya, seluruh kader yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD memiliki peluang yang sama sepanjang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

“Penggantinya tentunya di antara anggota DPRD dari Partai Golkar, karena di sana ada putra-putra terbaik. Kami mengedepankan mekanisme internal, dan sekarang pembahasan sedang berjalan,” kata Sachrudin, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, dari delapan anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Tangerang, nantinya akan dipilih tiga nama terbaik. Ketiganya kemudian disampaikan kepada DPP Partai Golkar yang memiliki kewenangan menetapkan siapa kader yang akan mengisi jabatan Ketua DPRD Kota Tangerang.

Sachrudin menegaskan proses seleksi tidak dilakukan berdasarkan kedekatan personal ataupun pertimbangan politik semata. Penilaian difokuskan pada kualitas kepemimpinan, kemampuan menjalankan tugas kelembagaan, pengalaman politik, integritas, hingga senioritas masing-masing kader.

“Di antara yang baik, tentu dicari yang paling baik. Kriterianya ada beberapa, termasuk kapasitas, kapabilitas, dan senioritas,” ujarnya.

Menurutnya, proses penentuan calon dilakukan secara hati-hati agar figur yang terpilih nantinya mampu menjaga stabilitas kerja DPRD sekaligus melanjutkan kepemimpinan yang telah dibangun almarhum Rusdi Alam.

Sachrudin juga membantah anggapan bahwa Golkar terlalu lama menentukan pengganti Ketua DPRD. Ia menuturkan, pembahasan memang sempat ditunda sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Rusdi Alam dan keluarga yang tengah berduka.

Kini, setelah masa berkabung berlalu, seluruh tahapan suksesi dipercepat agar agenda kelembagaan DPRD tidak terganggu.

“Kemarin kita masih dalam suasana duka, jadi belum membicarakan soal penggantian. Namun, karena ini keharusan agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan terlalu lama yang bisa mengganggu kegiatan, maka prosesnya langsung kita jalankan secepatnya,” ungkapnya.

Sebagai informasi, berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2024, Partai Golkar menjadi partai peraih kursi terbanyak di DPRD Kota Tangerang sehingga berhak menempati posisi Ketua DPRD. Sesuai mekanisme partai, nama yang diputuskan DPP selanjutnya akan diajukan melalui rapat paripurna DPRD sebelum ditetapkan secara administratif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengisian jabatan Ketua DPRD dinilai penting mengingat posisi tersebut memiliki peran strategis dalam memimpin rapat paripurna, mengoordinasikan alat kelengkapan dewan, serta memastikan pelaksanaan tiga fungsi utama DPRD, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah. (red)

Artikulli paraprakLebak Bidik Proyek Nasional, Siap Tampung Kampus URI dan Sport Center
Artikulli tjetërTunda Pembebasan Lahan Puspem Tangsel, Fokus Rampungkan Proyek PSEL Cipeucang