
TANGERANG – Peta persaingan Piala Dunia 2026 semakin mengerucut. Tiga tiket terakhir menuju babak 16 besar yang diperebutkan pada Jumat (03/07) WIB menghadirkan cerita berbeda. Spanyol tampil tanpa ampun, Portugal harus bertarung hingga detik-detik akhir, sementara Swiss mencetak sejarah dengan kemenangan meyakinkan. Hasil tersebut sekaligus melengkapi daftar tim-tim unggulan yang masih bertahan dalam perburuan trofi paling bergengsi di dunia.
Spanyol menjadi penampil paling impresif. La Furia Roja melumat Austria 3-0 dalam pertandingan yang nyaris berlangsung satu arah. Dua gol Mikel Oyarzabal dan satu gol Pedro Porro memastikan langkah mulus skuad asuhan Luis de la Fuente menuju babak 16 besar. Yang lebih mencolok, Austria gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang laga. Dominasi penguasaan bola Spanyol mencapai lebih dari 70 persen dengan akurasi umpan di atas 90 persen, mempertegas status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Jika Spanyol melenggang tanpa hambatan, Portugal justru harus melewati malam penuh ketegangan. Menghadapi Kroasia, Selecao sempat tertinggal lebih dulu sebelum Cristiano Ronaldo menyamakan kedudukan melalui titik putih. Saat pertandingan seolah menuju perpanjangan waktu, Gonçalo Ramos muncul sebagai pahlawan lewat gol kemenangan di masa injury time. Drama belum berakhir karena Kroasia sempat mencetak gol balasan, namun dianulir VAR akibat offside tipis. Portugal pun mengunci kemenangan 2-1 sekaligus memastikan tiket ke fase berikutnya.
Bagi Cristiano Ronaldo, laga tersebut kembali menambah catatan istimewa dalam kariernya. Meski telah berusia 41 tahun, sang megabintang tetap menjadi sosok sentral di lini depan Portugal. Gol penaltinya membuat Ronaldo terus memperpanjang rekor sebagai pencetak gol tertua dalam sejarah Piala Dunia sekaligus memperlihatkan bahwa pengalaman masih menjadi senjata utama Portugal di tengah hadirnya generasi baru seperti Gonçalo Ramos, Rafael Leao, hingga João Neves.
Sementara itu, Swiss memastikan diri menjadi kuda hitam yang patut diperhitungkan usai menaklukkan Aljazair 2-0. Breel Embolo membuka keunggulan sebelum Dan Ndoye menggandakan skor pada babak kedua. Di balik kemenangan tersebut tersimpan catatan bersejarah. Ini merupakan kemenangan fase gugur pertama Swiss di Piala Dunia sejak edisi 1938, sekaligus memperpanjang tren positif tim yang dikenal memiliki pertahanan disiplin dan transisi menyerang yang efektif.
Hingga Jumat pagi WIB, sebanyak 13 tim telah memastikan tempat di babak 16 besar, yakni Kanada, Paraguay, Maroko, Brasil, Norwegia, Prancis, Meksiko, Inggris, Belgia, Amerika Serikat, Spanyol, Portugal, dan Swiss. Tiga tiket tersisa akan diperebutkan Australia melawan Mesir, Argentina menghadapi Cape Verde, serta Kolombia kontra Ghana dalam pertandingan yang berlangsung Sabtu (4/7) dini hari hingga pagi WIB.
Babak 16 besar sendiri sudah menyajikan sejumlah laga beraroma final. Duel Portugal kontra Spanyol dipastikan menjadi magnet utama setelah mempertemukan dua kekuatan Semenanjung Iberia yang sama-sama sedang berada dalam performa terbaik. Selain itu, Inggris akan berhadapan dengan Meksiko, Brasil ditantang Norwegia, Prancis menghadapi Paraguay, Amerika Serikat bersua Belgia, serta Kanada melawan Maroko. Deretan pertandingan tersebut diprediksi menghadirkan persaingan jauh lebih ketat dibanding fase sebelumnya.
Dengan semakin banyaknya tim unggulan yang lolos, atmosfer Piala Dunia 2026 kini memasuki fase paling menentukan. Setiap kesalahan kecil bisa berujung kepulangan lebih cepat, sementara para bintang dunia dituntut tampil maksimal demi menjaga mimpi mengangkat trofi emas. Jika babak 32 besar sudah dipenuhi drama, kejutan, dan rekor, maka babak 16 besar diyakini akan menghadirkan tensi yang jauh lebih tinggi dan menjadi ujian sesungguhnya bagi para calon juara. (red)





