
TANGERANG — Menjelang perayaan Imlek, kawasan Pasar Lama Tangerang berubah menjadi lautan merah dan emas. Lampion menggantung berjejer, amplop angpao tersusun rapi, dan ornamen shio menghiasi etalase kios. Di balik semarak itu, ada denyut ekonomi yang kembali menguat bagi para pedagang kecil.
Bagi Lina (45), Imlek bukan sekadar momen budaya, melainkan puncak musim panen usaha keluarga. Ia meneruskan kios pernak-pernik yang dirintis orang tuanya sejak puluhan tahun lalu.
“Biasanya omzet harian sekitar Rp1-2 juta. Menjelang Imlek bisa naik jadi Rp5-7 juta per hari, bahkan lebih di akhir pekan,” ujarnya.
Dalam dua hingga tiga pekan menjelang puncak perayaan, total pendapatan bisa meningkat dua sampai tiga kali lipat dibanding bulan biasa.
Lonjakan pembeli tak hanya datang dari warga keturunan Tionghoa. Rudi (32), warga Cipondoh, mengaku rutin datang setiap tahun bersama keluarganya.
“Saya memang bukan Tionghoa, tapi suasananya seru. Anak-anak senang lihat lampion, sekalian beli jajanan,” katanya.
Menurutnya, Pasar Lama sudah menjadi ruang kebersamaan lintas budaya yang selalu dinanti.
Dampaknya terasa luas. Pedagang makanan khas, penjual kue keranjang, hingga pelaku UMKM aksesori turut menikmati kenaikan penjualan.
Beberapa mengaku omzet meningkat hingga 50-100 persen dibanding hari biasa. Perputaran uang yang terjadi membantu menjaga stabilitas usaha kecil di tengah tekanan daya beli masyarakat.
Jack (bukan nama asli) komunitas pedagang setempat menyebut momentum Imlek menjadi penggerak ekonomi kawasan.
“Kalau ramai seperti ini, bukan hanya pedagang hiasan yang senang. Parkir, kuliner, sampai ojek online ikut merasakan,” ujarnya.
Efek berganda ini menunjukkan bagaimana tradisi mampu menggerakkan ekonomi lokal secara kolektif.
Bagi Lina, setiap lampion yang terjual bukan sekadar transaksi. “Ini bukan cuma jualan, tapi menjaga warisan orang tua. Harapannya, usaha ini bisa terus hidup dan anak saya nanti bisa melanjutkan,” katanya dengan mata berbinar.
Di Pasar Lama, Imlek bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang keberlanjutan usaha, toleransi, dan harapan ekonomi bagi banyak keluarga. (jn)





