
CILEGON – Banjir kembali melumpuhkan akses utama Jalan Raya Cilegon–Anyer, tepatnya di depan Kantor Koramil 2307 Ciwandan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Minggu (11/1/2025), usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Genangan air di lokasi bahkan mencapai setinggi pinggang orang dewasa. Kondisi ini membuat kendaraan roda dua praktis tak bisa melintas. Puluhan pengendara motor terpaksa berhenti dan menunggu di pinggir jalan sambil memantau ketinggian air.
Sebagian pengendara yang nekat menerobos banjir justru bernasib apes. Motor mogok, bahkan ada yang terjatuh akibat derasnya arus genangan. Sementara itu, kendaraan roda empat dan kendaraan besar masih berani melintas meski harus ekstra hati-hati.
Nur, warga yang tinggal di sekitar lokasi terdampak, menyebut kawasan tersebut memang sudah menjadi titik langganan banjir sejak bertahun-tahun lalu.
“Ini mah sudah langganan, Mas. Bulan ini saja sudah dua kali yang parah, yang awal tahun baru dan sekarang. Alat-alat bengkel saya juga pada kerendam,” ujarnya.
Menurut Nur, penyebab utama banjir adalah saluran irigasi atau drainase yang dinilai tidak mampu menampung debit air, terutama di kawasan industri Ciwandan.
“Ini karena drainasenya terlalu kecil, kurang. Jadi kalau dari kampung atau dari sungai airnya besar, tapi pas masuk ke kawasan industri mau ke laut malah kecil, jadi air nggak bisa lewat,” jelasnya.
Ia mengaku telah tinggal di kawasan tersebut selama sekitar 15 tahun dan berharap persoalan banjir bisa segera ditangani secara serius agar tidak terus merugikan warga.
“Harapannya sih segera diselesaikan dan tidak berlarut-larut. Dicarikan solusi lah, masa dari tahun ke tahun nggak ada perubahan,” katanya.
Nur menambahkan, banjir di kawasan itu biasanya lebih cepat surut jika tidak ada hujan susulan dan kondisi air laut tidak sedang pasang.
“Kalau sekarang nggak hujan lagi sih sekitar jam lima harusnya sudah surut,” pungkasnya.





