Program Bedah Rumah Berlanjut, Tangsel Target Tuntaskan 329 Unit di 2026

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali mempercepat program perbaikan rumah warga kurang mampu. Melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta), sebanyak 329 rumah umum tidak layak huni (RUTLH) ditargetkan rampung dibangun sepanjang tahun 2026.

Program bedah rumah tersebut merupakan kelanjutan kebijakan yang telah berjalan konsisten sejak 2012 dan kini masuk dalam APBD murni 2026.

Kepala Disperkimta Kota Tangsel Aris Kurniawan mengatakan, seluruh pembangunan harus tuntas dalam tahun ini dan tersebar di tujuh kecamatan.

“Pembangunan bedah rumah ini tersebar di 7 kecamatan yang ada di Kota Tangsel,” ujarnya, Selasa, (6/1/2026).

Dari total rencana tersebut, Kecamatan Pondok Aren menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak. Penetapan lokasi, kata Aris, berdasarkan hasil usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.

“Ada beberapa persyaratan rumah yang dapat dibedah. Seperti, struktur bangunan tidak memenuhi syarat keselamatan bangunan, belum terdapat sanitasi yang layak dan lencahayaan dan sirkulasi udara yang kurang baik,” tambahnya.

Selain kondisi fisik rumah, penerima bantuan juga harus memenuhi sejumlah kriteria administratif dan sosial.

“Syarat lainnya adalah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau domisili daerah, berkeluarga, berpenghasilan dibawah upah minimum kota. Kemudian diutamakan berusia paling rendah 50 tahun, memiliki tempat tinggal tetapi tidak layak huni, tanah yang digunakan sebagai tempat tinggal merupakan tanah hak milik atau dikuasai paling luas 120 meter persegi,” jelasnya.

Tak hanya itu, calon penerima bantuan juga dipastikan belum pernah menerima bantuan serupa dari pihak mana pun.

“Tidak tercatat sebagai penerima bantuan dari pihak manapun, dan diusulkan oleh Ketua Rukun Tetangga dan Ketua Rukun Warga dengan persetujuan lurah dan camat,” lanjut Aris.

Saat ini, Disperkimta masih berada pada tahap pengumpulan data calon penerima, sebelum masuk ke proses verifikasi lapangan.

“Dari tahun 2012 hingga 2025 kita sudah membangun 2.901 unit rumah dalam program bedah rumah,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, program RUTLH dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat.

“Tentunya BKM yang terlibat yang ada di tiap kelurahan lokasi penerima bantuan sosial tersebut,” tutupnya.

Berita sebelumyaPolemik Tumbler di Restoran, Antara Gaya Hidup Hijau dan Standar Keamanan Pangan
Berita berikutnyaManchester United Bayar Mahal Pemecatan Amorim, Kerugian Capai Rp 681 Miliar