Kerja Sama Disepakati, Pemkot Serang Mulai Kelola Sampah Tangsel pada 2026

SERANG – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersiap membuka babak baru dalam penanganan sampah dengan mengalihkan sebagian pengelolaannya ke TPSA Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, mulai 2026. Kerja sama lintas daerah ini menjadi solusi regional untuk mengurai tekanan sampah di wilayah Banten.

Kesepakatan antara dua pemerintah daerah tersebut telah dicapai. Pelaksanaan penuh ditargetkan berjalan pada 2026, setelah seluruh tahapan teknis, administratif, dan sosialisasi kepada masyarakat diselesaikan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, mengatakan implementasi kerja sama masih menunggu kesiapan menyeluruh, termasuk koordinasi lintas kementerian.

“Targetnya tahun 2026, dengan catatan seluruh kesiapan teknis terpenuhi, sosialisasi sudah dilakukan, dan tahapan administrasi termasuk koordinasi dengan Kemendagri telah selesai,” katanya, Rabu (24/12/2025).

Farach menegaskan, kerja sama tersebut dirancang dengan pengaturan hak dan kewajiban yang jelas agar pelaksanaannya berjalan tertib dan berkelanjutan.

“Pada prinsipnya kerja sama ini mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak. Ada beberapa kewajiban yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.

Salah satu kewajiban utama Tangsel adalah penyediaan sarana transportasi pengangkutan sampah menuju TPSA Cilowong. Menurut Farach, komitmen itu telah dipenuhi dengan pengadaan armada baru.

“Mereka menyediakan kendaraan angkut yang seluruhnya baru,” katanya.

Tak hanya soal armada, truk pengangkut sampah dari Tangsel juga dilengkapi sistem penampung air lindi khusus untuk mencegah pencemaran selama perjalanan.

“Bukan lagi menggunakan galon atau wadah air mineral. Penampung ini memang dirancang untuk menampung air lindi agar tidak tercecer selama perjalanan,” jelasnya.

Inovasi tersebut diharapkan mampu menekan potensi gangguan lingkungan sekaligus meredam keluhan masyarakat yang selama ini kerap muncul akibat ceceran air lindi dari truk sampah.

“Dengan sistem ini, keluhan masyarakat terkait ceceran air lindi dari truk sampah bisa diminimalisir,” ucap Farach.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga memperkuat penanganan sampah internal dengan menambah armada dan menjalin kerja sama antardaerah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang tetap beroperasi optimal selama masa transisi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari rencana penataan TPA Cipeucang sekaligus persiapan penerapan teknologi pengelolaan sampah modern, dengan target penutupan landfill pada Juni 2026.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyebutkan, pihaknya telah membeli 27 truk pengangkut sampah baru yang akan digunakan di seluruh wilayah kota.

“Saya sudah membeli 27 truk baru untuk pengangkutan sampah di dalam Kota Tangerang Selatan,” ujarnya pada Senin (22/12/2025).

Benyamin menambahkan, pengangkutan sampah ke TPSA Cilowong akan melibatkan jasa transporter pihak ketiga dengan kapasitas mencapai ratusan ton per hari.

“Dan mudah-mudahan awal Januari sudah bisa kami lakukan. Jadi, Cipeucang kembali kami lakukan penataan, saya menuju ke Cilowong di Kota Serang sehingga bisa mempercepat penyiapan Cipeucang,” jelasnya.

Berita sebelumyaUMP DKI Jakarta 2026 Naik Rp 333 Ribu, Berlaku Mulai 1 Januari
Berita berikutnyaHarga Kebutuhan Pokok di Pandeglang Merangkak Naik Jelang Nataru