Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak Irvan Pramerta mengatakan persediaan daging sapi menjelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026 cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, harga sapi hidup di tingkat peternak juga terpantau stabil di kisaran Rp52.000–Rp53.000 per kilogram.

“Saya menjamin persediaan daging sapi melimpah untuk keperluan Natal dan Tahun Baru 2025/2026,” kata Irvan dikutip Antara, Minggu (21/12/2025).

Hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak menunjukkan pasokan daging sapi masih mencukupi untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru. Pasokan tersebut berasal dari peternak lokal serta perusahaan penggemukan sapi yang beroperasi di wilayah Lebak.

Irvan menjelaskan, jumlah sapi yang dipotong di rumah pemotongan hewan (RPH) setempat menjelang Natal dan Tahun Baru diperkirakan mencapai 80 hingga 100 ekor per hari. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan hari normal yang hanya berkisar 20 sampai 30 ekor sapi per hari.

“Saya kira persediaan daging sapi melimpah dan tidak perlu mendatangkan dari luar daerah,” katanya.

Saat ini, populasi sapi milik peternak di Kabupaten Lebak tercatat sebanyak 4.557 ekor, ditambah puluhan ribu ekor sapi impor dari Australia yang dikelola perusahaan penggemukan sapi. Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah memastikan tidak perlu mendatangkan sapi dari daerah lain seperti Bogor maupun Lampung.

Hal senada disampaikan H Yayat, pedagang sapi di Pasar Tradisional Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Ia mengaku persediaan daging sapi di pasar masih mampu memenuhi permintaan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Menurutnya, ketersediaan sapi dari peternak lokal dan perusahaan penggemukan membuat stok daging sapi relatif aman, berbeda dengan lonjakan permintaan pada perayaan Idul Fitri.

“Kami menjamin stok daging sapi untuk keperluan Natal dan Tahun Baru relatif aman dan harga stabil dan berbeda dengan perayaan Idul Fitri,” katanya.

Berita sebelumyaTangani Darurat Sampah, TPA Cipeucang Jadi Fokus Kolaborasi Pusat–Daerah
Berita berikutnyaPKS Kabupaten Tangerang Salurkan Rp105 Juta untuk Korban Banjir, Sekaligus Bentuk Satgas Bencana