
KAB. TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi sepanjang akhir tahun 2025.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan tiga bulan terakhir tahun ini menjadi periode rawan bencana di wilayahnya.
“Di tiga bulan terakhir ini mengalami sedikit kerawanan, dan karakteristik bencana di Kabupaten Tangerang itu ada dua yakni banjir dan angin kencang atau hidrometeorologi,” ujar Soma, Rabu (5/11/2025).
Ia menjelaskan, potensi bencana hidrometeorologi itu merujuk pada peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Karena itu, pemerintah daerah kini fokus melakukan langkah mitigasi agar dampaknya bisa ditekan.
“Hari ini kita mencoba untuk memitigasi bencana, karena kita sudah bisa memprediksi terkait hal itu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, memaparkan bahwa hasil pemetaan wilayah menunjukkan sejumlah kecamatan masuk kategori rawan banjir dan angin kencang.
Wilayah yang rawan banjir di antaranya Teluknaga, Pakuhaji, Kosambi, Curug, Kelapa Dua, dan Balaraja, yang kerap terdampak luapan sungai maupun rob.
Adapun potensi angin kencang dan puting beliung teridentifikasi di wilayah Gunung Kaler, Jambe, dan bagian utara Kabupaten Tangerang.
“Seluruh sumber daya BPBD Kabupaten Tangerang seperti personel dan peralatan saat ini tetap dalam posisi siap untuk diterjunkan jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam,” kata Taufik.
Langkah kesiapsiagaan juga datang dari jajaran kepolisian. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada menyebut pihaknya menyiapkan posko terpadu untuk memperkuat koordinasi lintas instansi dalam penanganan kebencanaan.
“Jadi nantinya pendirian posko ini terpusat di Pasar Kemis. Nanti seluruh stakeholder hadir di sana untuk melaksanakan tugas selama tiga bulan ke depan. Karena titik kerawanan itu akan terjadi di bulan November-Desember,” terangnya.
Sebagai dukungan operasional, sekitar 600 personel gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP, BPBD, dan relawan akan diterjunkan dalam pengawasan dan penanganan bencana.
“Kita hadirkan seluruhnya dan termasuk kita libatkan dari 10 relawan dari masing-masing daerah yang ada di wilayah hukum Polresta Tangerang,” pungkasnya.





