Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Tangsel, Ahmad Dohiri.

TANGSEL – Kebiasaan membakar sampah sembarangan menjadi ancaman serius bagi keselamatan lingkungan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Hingga akhir Oktober 2026, aktivitas tersebut tercatat memicu 33 kejadian kebakaran.

Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, total kebakaran sepanjang 2026 telah mencapai 130 kasus. Jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sepanjang 2025 yang mencatat 61 kejadian.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, Ahmad Dohiri Adam, menjelaskan bahwa korsleting listrik masih menjadi penyebab terbanyak dengan 72 kasus. Sementara itu, pembakaran sampah berada di posisi kedua dengan 33 kejadian.

Menurut Adam, peningkatan kasus mulai terlihat sejak Mei 2026. Kondisi musim kemarau diduga memperbesar risiko kebakaran karena lingkungan yang kering membuat api lebih mudah merambat ke benda-benda di sekitarnya.

“Pembakaran sampah yang dilakukan sembarangan berpotensi memicu api merambat ke lingkungan sekitar, terutama ketika kondisi cuaca kering dan material di sekitarnya mudah terbakar,” ujarnya, Senin (2/11/2026).

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan dan lebih memperhatikan potensi bahaya kebakaran di lingkungan tempat tinggal.

Selain menghindari pembakaran sampah, warga juga diminta memeriksa instalasi listrik di rumah secara berkala. Langkah pencegahan tersebut penting mengingat korsleting masih menjadi penyebab utama kebakaran di Kota Tangsel. (red)

Artikulli paraprakSachrudin: Pasar Bersih Bukan Hanya Tugas Petugas Kebersihan
Artikulli tjetërAwali November dengan Penguatan, IHSG Parkir di Level 5.096