
KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memberikan penghargaan kepada puluhan perusahaan yang dinilai berhasil menerapkan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan yang digelar di Grand Soll Marina, Rabu (10/6/2026), sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dunia usaha dalam mendukung pembangunan berwawasan lingkungan di Kota Tangerang. Selain seremoni penghargaan, kegiatan juga dirangkai dengan workshop pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup yang diikuti sekitar 100 pelaku usaha dari berbagai sektor industri.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan penghargaan PROPER diberikan untuk mendorong perusahaan terus meningkatkan kinerja lingkungan, mulai dari efisiensi penggunaan sumber daya, pengelolaan limbah dan emisi, hingga penerapan ekonomi sirkular yang kini menjadi salah satu fokus pembangunan berkelanjutan.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam menjalankan usaha secara bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Kami berharap langkah ini menjadi motivasi bagi perusahaan lainnya untuk terus meningkatkan kinerja lingkungan,” ujar Wawan.
Sebanyak 30 perusahaan menerima penghargaan PROPER dengan kategori Hijau (lebih dari taat) dan Biru (taat) berdasarkan hasil evaluasi kinerja lingkungan. Sejumlah perusahaan penerima penghargaan di antaranya Pertamina Patra Niaga, PT Pratapa Nirmala, PT IRC Inoac Indonesia, PT Mitsuba Indonesia, PT Mayora Indah, PT Indofood Sukses Makmur, hingga PT Multi Bintang Indonesia.
Menurut Wawan, pencapaian tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran sektor industri terhadap pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Terlebih, kawasan industri di Kota Tangerang memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi sekaligus tantangan dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa dunia usaha memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pengendalian perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Ia berharap perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam penerapan praktik industri hijau.
“Pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dunia usaha harus menjadi bagian dari solusi melalui inovasi pengelolaan lingkungan, pengurangan emisi, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab,” kata Sachrudin.
Ia menambahkan, penghargaan PROPER bukan sekadar bentuk pengakuan, melainkan indikator bahwa perusahaan telah berkontribusi menjaga kualitas lingkungan sekaligus mendukung kesehatan masyarakat. Karena itu, Pemkot Tangerang akan terus memperkuat sinergi dengan sektor swasta untuk mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berdaya saing.
Dalam kesempatan yang sama, para pelaku usaha juga mendapatkan pembekalan mengenai berbagai strategi pengelolaan lingkungan hidup melalui workshop bertema “Aksi untuk Iklim”. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang mendukung target pengurangan emisi karbon serta penguatan ekonomi hijau di Kota Tangerang.
Melalui penghargaan dan penguatan kapasitas tersebut, Pemkot Tangerang optimistis kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat menjadi fondasi kuat dalam menciptakan pembangunan yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. (red)





